admin November 9, 2017

Ini Bagoja, Bakso Goreng Gajah Berisi Daging Ayam dan Udang

Bakso mungkin identik dengan makanan berkuah  yang  pas jika disantap saat hujan.

Namun, bakso yang satu menyajikan sajian bakso yang berbeda dengan gerai-gerai bakso lainnya.

Bagoja atau bakso goreng gajah, dari namanya Anda bisa bayangkan bahwa bakso goreng yang satu ini memiliki ukuran yang besar.

Ya memang tidak salah lagi! Bagoja menghidangkan salah satu makanan khas Indonesia yang ditransformasi menjadi sajian yang pas untuk disantap.

Terinspirasi dari tipikal orang Indonesia yang gemar kuliner, Christine Gunadi selaku salah satu pemilik dari gerai Bagoja menyulap makanan khas Indonesia ini menjadi makanan kering yang mudah dikonsumsi.

Bakso goreng gajah ukuran jumbo berisikan adonan daging ayam dan udang, sedang digoreng dalam acara Festival Bakso yang berlangsung 28 September hingga 8 Oktober 2017 di West Lobby, Living World Mall, Serpong, Tangerang Selatan, Banten.  Living World, Alam Sutera, Tangerang.Bakso goreng gajah ukuran jumbo berisikan adonan daging ayam dan udang, sedang digoreng dalam acara Festival Bakso yang berlangsung 28 September hingga 8 Oktober 2017 di West Lobby, Living World Mall, Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Living World, Alam Sutera, Tangerang.

“Orang Indonesia kan suka sekali dengan sesuatu yang digoreng, asin gurih dan udah jadi citra masakan Indonesia. Baso goreng ini sebenarnya adalah makanan camilan tetapi juga healthy snack. Makanan yang cukup mengenyangkan. Bisa dijadikan teman pendamping ataupun makanan sendiri,” kata Christine Gunadi selaku pemilik dari Bakso Goreng Gajah di Boulevard Lobby Barat Mall Living World Alam Sutera, Tangerang Selatan, Banten.

Tidak seperti bakso-bakso goreng lainnya yang identik menggunakan bakso sapi, Bagoja menggunakan bahan baku daging ayam sebagai salah satu bahan baku utama dalam pembuatan bakso goreng.

Daging ayam menjadi salah satu bahan yang membuah gurih kulit bakso goreng itu sendiri. Campuran daging udang lantas membuat bakso goreng ini menjadi lembut di dalam dan gurih di luar.

“Tipikal orang Indonesia itu pemakan ayam sejati. Kita memang mencari bahan baku yang bisa dimakan semua kalangan dari tua maupun muda. Selain itu, bahan baku ayam sendiri kami gunakan untuk merenyahkan bagian luar dari bakso goreng dan udangnya kami gunakan untuk melembutkan dalamnya,” kata Christine.

Festival Bakso yang digelar di Living World, Alam Sutera, Tangerang berhasil menyedot para penggemar bakso, mereka bisa mencici aneka ragam jenis bakso mulai bakso kelapa, bakso goreng, bakso gepeng, bakso bakwan, bakso iga, bakso sum-sum dan yang lainnya. Diselenggarakan mulai 28 September hingga 8 Oktober 2017.

Untuk menyantap bakso goreng, pengunjung dapat memilih bakso goreng ini dengan 3 varian. Varian pertama adalah bakso goreng ayam yang dipatok dengan harga Rp 8.000. Varian kedua adalah bakso ayam udang yang dipatok seharga Rp. 13.000 dan yang terakhir adalah bakso goreng gajah seharga Rp. 39.000.

Untuk bakso goreng gajah, Christine menjelaskan bahwa 50 persen bahan bakunya terbuat dari udang sehingga untuk tekstur makanannya memang cenderung sangat lembut.

Rasa bakso goreng yang lembut di dalam dilengkapi dengan kulit luarnya yang super gurih lantas membuat mulut tak berhenti mengunyah.

Tak lengkap jika Anda tidak menyantap gorengan satu ini dengan sambal. Untuk sambal, Bagoja menyediakan sambal racikannya sendiri.

Suasana ramainya Festival Bakso dan Kuliner Nusantara di Living World, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, yang digelar 28 September - 8 Oktober 2017.

Rasanya yang cenderung manis dan tidak terlalu pedas membuat sambal ini menjadi pendamping yang tepat untuk menyantap bakso goreng.

Untuk menikmati bakso goreng ini, Anda bisa berkunjung ke Festival Bakso yang digelar di Mal Living World, Alam Sutera, Tangerang Selatan, Banten.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*