admin August 25, 2019

Sebagai seorang milenial yang hidup di zaman yang serba mudah untuk mendapatkan sesuatu, sifat boros memang terasa sangat sulit untuk dihindari. Dengan satu kali klik saja, barang atau jasa yang saya perlukan, bisa sampai di rumah. Hal yang sebelumnya tak saya sadari adalah, ada yang lebih urgent dibanding berfoya-foya dengan pendapatan, yaitu memproteksi diri dengan asuransi kesehatan.

Milenial Dikenal Tak Bisa Mengatur Keuangan dengan Baik

Kamu tentu sering mendengar bahwa generasi milenial, merupakan generasi yang memang tak terlalu unggul dalam hal mengelola keuangan. Bukan karena pendapatan para milenial ini yang pas-pasan, namun lebih ke tak terkontrolnya pengeluaran yang dilakukan. Sebagai bagian dari generasi ini, saya pun mengetahuinya dan bahkan memang sadar hal yang sama juga saya lakukan.

Belanja online hampir tiap hari saya lakukan. Tak ada yang melarang sama sekali, toh uang yang saya gunakan adalah uang saya sendiri, jadi saya punya hak penuh untuk membelanjakannya. Kalau habis untuk membeli barang kebutuhan pokok, tentu tak masalah. Namun, kebanyakan barang yang saya beli tersebut, bisa dikatakan tak terlalu penting keberadaannya dan juga manfaatnya.

Saya berpikiran bahwa hidup cuma sekali, jadi mengapa tidak dibeli saja semua barang yang saya inginkan. Bulan depan saya masih akan menerima gaji lagi, jadi tak perlulah menabung dari sekarang. Pemikiran seperti inilah yang mengendap di benak saya sekian lama. Hingga akhirnya, pada satu momen saya menyadari betul, pentingnya perlindungan masa depan atas kesehatan saya.

Asuransi Kesehatan Sebagai Bentuk Investasi untuk Kesehatan

Suatu hari, teman saya saat kuliah tiba-tiba saja mengirimkan sebuah link, yang berisikan tentang penggalangan dana. Ia butuh uang untuk membiayai biaya perawatan keponakannya yang baru lahir dan harus dirawat di NICU. Biaya per harinya mencapai jutaan rupiah, yang tentu saja tak sanggup ia penuhi. Belum lagi ia harus memenuhi biaya lainnya, seperti biaya untuk obat-obatan.

Saya pun berpikir, seandainya saya di posisi dia, pasti saya akan kalut luar biasa. Dari mana saya bisa mendapatkan uang dengan jumlah fantastis, untuk memenuhi biaya rumah sakit tersebut. Saya tak punya tabungan, untuk bisa digunakan jika sewaktu-waktu ada hal buruk yang menimpa saya. Kondisi seperti inilah yang akhirnya, membuat saya mengenal asuransi kesehatan dan manfaatnya.

Saya telah lama mendengar tentang asuransi kesehatan, namun baru setelah kejadian di atas, saya mulai untuk mendalaminya kegunaannya. Asuransi ini bisa saya jadikan sebagai investasi masa depan saya. Daripada uang tiap bulannya habis tanpa sisa, tentu lebih baik jika disisihkan untuk keperluan tak terduga di masa depan. Saya pun nantinya tak akan terbebani dengan tingginya biaya kesehatan.

Jangan kira preminya akan memangkas sebagian besar pendapatan bulanan. Sekarang, asuransi kesehatan sudah tersedia dengan premi yang rendah. Misalnya nanti saya sakit, jumlah klaim bisa lebih besar dari premi yang dibayarkan. Jika tak sempat diklaim bagaimana? Tenang, ada fitur no claim bonus, sehingga uang yang diinvestasikan dalam bentuk asuransi bisa diambil kembali.

Manfaat besar yang ditawarkan oleh asuransi kesehatan ini, membuat saya tak pikir dua kali untuk membelinya. Lagi pula, preminya pun lumayan terjangkau dan tak akan membuat saya kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan asuransi kesehatan ini, biaya perawatan atas sakit yang mungkin saya derita akan ditanggung sepenuhnya dan tak akan membebani keluarga saya.

Mengapa Sih Milenial Butuh Asuransi Kesehatan Sedini Mungkin?

Kamu mungkin berpikir, kenapa sih harus punya asuransi kesehatan saat masih muda dan segar bugar seperti ini. Bukannya lebih baik jika asuransi dimiliki, saat usia sudah senja dan penyakit memang mengancam tubuh. Awalnya, saya pun memiliki pemikiran yang demikian. Namun, mengingat gaya hidup saya sehari-hari, saya ragu akan bisa terus bugar hingga usia senja nanti.

Milenial dikenal dengan sikapnya yang workaholic dan tak begitu memperhatikan kesehatan. Jajan sembarangan, yang penting perut terasa kenyang sehingga pekerjaan bisa dilanjutkan. Kebiasaan seperti inilah, yang tiap hari saya lakukan. Bekerja hingga larut malam, sehingga waktu tidur jauh berkurang. Dengan gaya hidup seperti ini, tentu saja beragam penyakit akan dengan mudah datang.

Sebagai bentuk ancang-ancang akan penyakit yang kemungkinan saya derita di usia yang masih tergolong muda ini, saya memutuskan menggunakan asuransi kesehatan. Memang ada sih teman-teman seumuran saya yang berkata, asuransi kesehatan sedini ini hanya buang-buang duit saja. Namun, bagi saya sendiri, asuransi ini adalah reward yang saya berikan atas tubuh yang saya gunakan bekerja setiap hari.

Sequis, Asuransi Kesehatan yang Cocok untuk Para Milenial

Bagi para milenial, kamu memang perlu pilih-pilih dulu dalam menentukan asuransi kesehatan yang cocok untukmu. Jangan sampai kamu memilih asuransi kesehatan yang premi yang besar, takutnya nanti, biayanya akan membuatmu susah untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Saya sendiri menyarankan para milenial untuk menggunakan asuransi kesehatan M!Protection Sequis.

M!Protection merupakan salah satu produk asuransi kesehatan dari Sequis, yang memang ditujukan untuk para milenial. Berbeda dengan asuransi kesehatan konvensional, Sequis mengatakan bahwa M!Protection dirancang, disajikan, dan dikelola oleh milenial. Preminya pun disesuaikan dengan rata-rata pendapatan milenial, jadi kamu tak akan terbebani dengan premi yang mahal.

Kamu bisa memilih salah satu dari 3 premi plan yang tersedia di produk M!Protection. Untuk starter, preminya mulai dari Rp380.000 per tahun, moderate mulai dari Rp525 ribu per tahun, dan advanced mulai dari Rp1.300.000 per tahun. Lihat kan, besaran preminya terjangkau, berbeda perkiraanmu sebelumnya. Tak cukup dengan Rp50.000 per bulan, biaya kesehatanmu sudah terjamin.

Cakupan jaminan biaya kesehatan yang ditawarkan M!Protection pun, memiliki perbedaan dengan asuransi kesehatan biasanya. Asuransi kesehatan akan menjamin biaya harian rumah sakit, cacat total dan tetap, disabilitas, penyakit kritis, serta gangguan mental, seperti Bipolar dan OCD. Kamu tak perlu lagi memusingkan biaya rumah sakit, jika suatu saat mengalami kemalangan.

Potongan premi bisa kamu dapatkan, jika tak ada klaim yang dilakukan (no claim discount) dan polis asuransi selalu diperbaharui (renewal discount). Untuk membuat layanan asuransi kesehatan ini lebih menarik bagi para milenial, para penggunanya akan mendapatkan kartu M!Flow. Kartu M!Flow menjelaskan ketidakpastian dan risiko dalam kehidupan, yang membuat finansial jadi tergerus.

Proses klaim atas asuransi kesehatan dari Sequis pun sangat mudah, apalagi jika kamu menggunakan layanan kesehatan dari rumah sakit rekanannya. Klaim bisa dilakukan cashless, sehingga kamu hanya perlu memperlihatkan kartu identitas dan kartu peserta asuransi pada petugas pendaftaran di rumah sakit. Sequis mengerti benar bukan sifat milenial yang suka akan kepraktisan?

Sebagai bagian dari kaum milenial, kamu harus cerdas dalam mengelola keuanganmu. Daripada pendapatan habis untuk membeli barang yang tak begitu diperlukan, akan lebih baik jika uangnya diinvestasikan untuk proteksi kesehatanmu di masa depan. Kamu bisa menggunakan asuransi kesehatan yang ditujukan khusus untuk milenial, dengan besaran premi yang ramah di kantong.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*