admin April 20, 2018

Pengusaha atau entrepreneur adalah seorang risk taker. Jadi jika dihadapkan dengan investasi apapun, pasti akan siap menanggung segala risikonya. Lalu bagaimana seharusnya melakukan manajemen portofolio investasi ketika akan memulai usaha berikutnya?

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengalokasikan uang. Tentunya dengan mencari investasi yang paling menguntungkan. Entah itu di bidang logam mulia, deposito jangka pendek, saham jangka panjang, cryptocurrency yang penuh risiko, hingga ke investasi bagi hasil seperti yang ditawarkan beberapa platform saat ini.

Sebelum menginvestasikan uang, tentu sangat bergantung pada tahapan bisnis yang dimiliki. Namun ada beberapa dasar investasi dan strategi umum yang bisa dimanfaatkan. Di sini kami akan membantu menyajikan hal yang terkait dengan manajemen portofolio investasi, terutama untuk dasar-dasar investasi jangka panjang seperti berikut.

Alokasi asset

Alokasi asset ini adalah salah satu strategi yang populer digunakan untuk menginvestasikan uang. Alokasi asset pada dasarnya ialah keseimbangan saham, obligasi, dan uang tunai di dalam portofolio Anda. Strategi ini digunakan untuk menyeimbangkan risiko dan penghargaan, berdasarkan toleransi risiko dan waktu Anda. Tujuannya untuk membantu mencapai hasil investasi yang ditentukan untuk mencapai tujuan masa depan.

Diversifikasi

Diversifikasi ini bisa membantu Anda untuk menyeimbangkan risiko dan penghargaan. Dengan menggunakan strategi diversifikasi ini, Anda dipastikan akan menggunakan berbagai saham dan obligasi dalam keseluruhan alokasi. Diversifikasi memungkinkan Anda untuk menyebarkan risiko pada banyak kelas asset dan sector dibanding harus terkonsentrasi hanya di satu area. Misalnya saja dengan berinvestasi di saham, forex, emas, dan properti sekaligus. Diversifikasi ini dapat memperkecil risiko karena jika salah satu investasi mengalami kegagalan, investasi lain masih ada harapan untuk mengganti yang gagal tersebut.

Rebalancing

Sudah menentukan alokasi asset dan diversifikasi, tentu harus disesuaikan kembali tujuan investasi Anda. Jadi ketika mulai investasi, Anda harus memiliki tujuan yang ingin dicapai, berapa lama jangka waktu perencanaan investasi, hingga berapa target investasi yang diinginkan. Mengapa harus rebalancing? Karena tiap asset yang diinvestasikan memiliki pertumbuhan yang berbeda-beda. Hal itu dapat menyebabkan komposisi asset penyusun portofolio jadi berubah dan mungkin saja tidak sesuai dengan tujuan awal.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*